Akhirnya masuk TK

24 April 2008

Mungkin aku harus mencabut kata-kataku yang dulu, bahwa aku dan istriku “pengennya” memasukkan Damar (anakku pertama) ke playgroup. Supaya bisa adaptasi dengan suasana bersekolah. Tapi di luar dugaan, ketika istriku mengambil formulir pendaftaran, oleh salah seorang guru di situ malah dianjurkan supaya langsung masuk ke TK. Guru itu memberikan pertimbangan bahwa playgroup dan TK A (TK Kecil) masuknya sama setiap hari, perbedaannya hanya di jam masuk (selisih ½ jam saja) serta di pelajarannya (playgroup lebih banyak bermain, sedang TK sudah mulai diajari huruf dan angka, serta menulis dan membaca).

Sempat juga sih kami bingung, apakah Damar mampu mengikuti pelajaran itu, apakah dia gak stress? Tapi setelah bertanya sana – sini dan mencari bocoran ke orang tua yang menyekolahkan anaknya ke situ, ternyata kebanyakan anak mereka tidak begitu kaget dengan suasana yang ada, artinya walaupun tidak memiliki latar belakang diajari di rumah tetap saja bisa mengejar. Mendengar hal itu kami menjadi yakin bahwa memasukkan Damar ke TK adalah pilihan yang terbaik (pilihan yang bijak…….belum tentu juga).

Disamping itu, istriku juga sudah mengajari Damar angka dan huruf, walaupun masih belepotan sih. Tapi Damar bisa kok kalau hanya huruf A – Z serta angka 0 – 9. kalau menulis angka dan huruf memang baru sedikit – sedikit, harus dibantu dengan titik –titik. Dari sinilah kami berdua semakin tambah yakin untuk segera memasukkan ke TK. Di luar itu juga, kami bisa mengajkuan besiswa ke YKHD lewat Sinode. Lumayan dapat bantuan SPP, setidaknya meringankan pengeluaran bulanan walau tetep saja harus ekstra uang saku.


Selingkuh hanya di Mimpi

9 April 2008

ini memang terjadi sama aku, semalam aku mimpi yang mengelikan, lucu sekaligus ironis (karena belum pernah terpikirpun untuk melakukan selingkuh).

jalan cerita bermula dari gak jelas, tiba – tiba saja aku diperhaddpkan dengan tiga perempuan yang umurnya variatif (20-an, 30-an, 40-an) yang semua ngaku kalau aku sering jalan sama mereka. Nah saat itu yang kurasakan hanya happy saja, seneng – seneng aja, soalnya di mimpiku itu sosok irstriku gak keluar sama sekali (mungkin di ceritanya aku belum beristri kali hehehe). Cerita ini berjalan dengan cepat (saking cepatnya sampai aku gak ingat sama sekali) tahu – tahu ketiga orang ini bisa saling bertemu pas aku ada. sudah pasti seperti jalan cerita sinetron, Aku kelabakan. Mau cari alasan sudah mentok, mau lari gak mungkin. Tapi anehnya cerita itu berakhir Happy ending, artinya ketiga orang itu bisa menerima keadaan itu dan tetap berjalan (tentu saja dengan meninggalkan aku seorang diri …. hiks).

Selesai deh mimpinya, dan aku terbangun sambil ketawa hehehe, untung cuma mimpi (psst……….. istriku belum aku ceritain lho sekarang)