Demokrasi yang bebal

4 Februari 2009

demokrasi tau Democrazy, itulah sebenarnya yang terjadi di Indonesia. jika kita mau merunut waktu ke belakang sedikit. Mesin penggerak demokrasi di negara ini adalah para pemuda (dhi mahasiswa), tapi alangkah malangnya nasib mahasiswa sekarang yang sering kali mereka berdemo tanpa alasan yang jelas. Ingin memperjuangkan nasib rakyat, tapi ketika berdemo malah merugikan rakyat (membuat perjalanan jadi macet), saat berdemo juga kadang (lebih banyak sih) mempergunakan kekerasan.
Satu pertanyaan yang mengganjal adalah dimana letak ke-logisan pikiran pada akademia, yang kata orang lebih bisa berpikir logis daripada orang lain yang tidak pernah “memakan bangku sekolahan/kuliah”. Jika cara kekerasan selalu menjadi senjata utama saat berdemo.
Secara global, mulai banyak orang yang berpikir negatif, apatis jika mendengar kata demo mahasiswa. soalnya toh akhirnya ticuh juga, gak ada bedanya dengan demo sopir angkot atau buruh (malahan demo sopir angkot dan buruh lebih sopan, gak ada ricuhnya sama sekali). Sekedar alasan yang dibuat ketika ditanya kenapa ricuh, selalu menyalahkan pihak lain (polisi ata satuan pengamanan lain), para pendemo selalu bilang bahwa ada provokator di pihak keamanan sehingga memancing mereka untuk rusuh. Tapi alasan itu bisa disangkal dengan jawaban : bila dari semula memang tidak menginginkan ricuh (semangatnya adalah sopan dan santun) tentu saja provokasi macam apapun tidak akan sanggup membuat / memancing keributan dalam demo bukan ?
sekedar himbauan supaya intropeksi diri, bagi para mahasiswa, jika anda memang ingin dihargai rakyat saat demo untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. berdemolah dengan sopan, santun dan tanpa kekerasan serta kericuhan. Technorati Tags: , , , ,


Susah turun sudah turun tetap susah (huh)

23 Desember 2008

Ya begitulah keadannya, memang fenomenal sekali pemerintahan RI yang sekarang ini. Membuat kebijakan yang sangat popular di mata rakyatnya, yaitu menurunkan harga BBM. Memang selama RI dipimpin oleh 5 kepala negara, baru kepala negara yang ke enam yan berani menurunkan harga BBM (terutama pertamax dan bensin).

Ketika kebijakan ini diumumkan, rakyat menyambut gembira. Banyak yang menyanjung- nyanjung pemerintahan ini, pujian bertubi – tubi datang, hampir semua orang angkat topi dengannya. Tapi ada juga yang meragukan kebijakan ini hanya sekedar menarik simpati rakyat, mengingat tahun depan pemilihan presiden akan dilaksanakan dan kalau tidak ada halangan presiden sekarang (wakil presidennya juga) akan mencalonkan diri kembali. Wah..wah ….wah, sinisme tetap akan selalu terdengar saat suatu kebijakan dibuat pemerintah. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa ini hanya salah satu strategi pemerintah untuk bisa meredam demontrasi – demontrasi yang banyak digelar hanya untuk menuntut penurunan harga BBM.

Tapi sekali lagi kita patut bersyukur atas keberanian pemerintah sekarang ini, di luar ada skenario politik di belakangnya atau segala tetek bengek lainnya. Sekarang melihat kenyataan di lapangan setelah hampir 1 minggu harga BBM (pertamax dan bensin) turun. Pasokannya ternyata juga dibuat pertamina (pemegang hak atas penditribusian BBM) tersendat – sendat. Terbukti di beberapa daerah terjadi antrian panjang untuk sekedar mengisi bahan bakar di SPBU. Menurut pengelola SPBU memang setelah penurunan harga pasokan dari Pertamina agak berkurang, yang biasanya setiap hari disetor 3 tanki sekarang menjadi tiap 3 hari disetor 2 tanki.

Fenomena ini kelihatannya memang disengaja, pertama rakyat dibuat terbuai dengan euforia semu tapi kemudian dihadapkan dengan sebuah kenyataan yang diskenoario sedemikian rupa. Kita bisa berpikir apakah pemerintah sekarang itu benar – benar rela menurunkan harga BBM atau hanya kerjaan si”Pedagang” yang tidak mau rugi saja. Keputusan untuk menilai memang akhirnya jatuh ke tangan rakyat.


Moral kok diatur negara?

4 November 2008

RUU Pornografi sudah disahkan jadi UU, siapa yang merasa senang tentu saja mereka – mereka yang diuntungkan dengan pengesahannya (biasanya mereka ini orang – orang yang sok suci, munafik dengan pornografi)

ada yang menarik setelah pengesahan RUU ini, memang dalam beberapa pasal membuat pelaku pornografi dan pornoaksi berpikir dua kali untuk melakukannya. akan tetapi bagi orang – orang yang awam dengan hal itu (dibaca : tidak begitu aktif)

Beberapa anggota Dewan mengatakan bahwa pasal – pasal itu memang berbicara tentang melindungi generasi bangsa yang sudah morat marit ini. Mereka memberi contoh negara Adikuasa Amerika, Singapura. tetapi mereka lupa satu hal bahwa negara itu sudah memberlakukan hukum dengan benar. Artinya Aparat penegak hukum bekerja dengan baik, sehingga untuk urusan Pornografi dan pornoaksi, mereka bener – bener tegas dalam distribusinya.

Sebenarnya yang dibutuhkan Indonesia bukan Undang – Undang yang mengatur hak seseorang, melainkan pengaturan dan pendidikan moral yang dalam terhadap manusianya. Sejatinya jika Negara mampu mendidik moral anak – anak muda generasi bangsanya dengan baik, aku percaya kok kalau pornografi dan pornoaksi akan surut dengan sendirinya.

semoga saja Undang -undang ini tidak disalahgunakan oleh orang – orang yang menamakan dirinya pembela “Allah” (Tuhan kok dibela manusia, emang Tuhan gak mampu bela dirnya sendiri huh)