Bukan secara iklim ataupun suasananya, melainkan KPU serta KPU daerah yang semakin mendekati hari H-nya semakin bisa dilihat kalau tidak siap sama sekali. Banyak masalah yang muncul ketika Pemilu kali ini akan digelar, bermula dari DPT, merembet ke logistik lalu juga ketidak sepahaman antar KPU pusat dan partai peserta Pemilu. Ada juga ketidak sepahaman antara KPU pusat dan daerah.
Contohnya ketika masalah DPT Jatim diperdengarkan kepada rakyat Indonesia, dengan sigap KPU menangkis seolah – olah masalah itu hanya lokal di Jatim saja. Kenyataannya hal itu malah menjadikan partai – partai waspada, mereka mulai mengorek – orek DPT di daerah masing – masing. Dan hasilnya ternyata banyak sekali terdapat DPT yang bermasalah.
Contoh lagi kekurangan logistik, sampai pada hari H minus 3, banyak daerah yang mengeluhkan kekurangan surat suara. Dan hal itu tidak hanya 100 – 200 surat suara, melainkan sampai ribuan kertas suara. Itu belum seberapa, ada beberapa penunjang Pemilihan yang juga belum tersedia, misalnya seperti bilik suara, ballpoint yang macet serta formulir – formulir lainnya.
Jika begitu timbul pertanyaan, ada apa dengan KPU ini? Apakah memang KPU tidak siap secara teknis / SDM / yuridis? Tentu saja jawabannya banyak sekali. Jika diliha dari sisi SDM tentu saja hal ini sangat mustahil, di KPU bercokol orang – orang yang ahli di bidangnya masing – masing, dan tentu saja mereka bukanlah orang yang awam dengan pekerjaan yang seabreg – abreg. Dari sisi teknis, hal ini berhubungan dengan banyak hal, seperti konsorsium percetakan dan lain – lainnya. Terus dari sisi yuridis, mereka telah memiliki pegangan atau dasar hukum yang kuat untuk menyelenggarakan Pemilu kali ini. Terus apa lagi yan kurang.
Ada pertanyaan yang menggelitik di hati kita jika ingin membandingkan antara KPU tahun 2004 dan KPU tahun 2009 ini, yaitu apa bedanya ? Jika KPU tahun 2004 banyak korupsinya tetapi logistik berjalan dengan baik, DPT tidak bermasalah serta sejalannya antara KPU pusat dan daerah terus mengapa KPU tahun 2009 ini yang bersih, memang belum dibuktikan sih, kok malah hampir semua menjadi kacau. Hal – hal yang prinsip menjadi masalah (DPT dan logistik).
Kita tunggu sampai dimana KPU ini berthan dengan maalah sebanyak ini, apakah sampai hari H nanti semua berjalan aman, baik dan terkendali. Ataukah Pemilu kali ini berjalan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Ditulis oleh damarwikan 